Jenis-Jenis Penyakit Eksim Yang Paling Umum

22 Nov

Jenis-Jenis Penyakit Eksim Yang Paling Umum

Jenis-Jenis Penyakit Eksim,- Apakah anda sedang mencari informasi mengenai Jenis-Jenis Penyakit Eksim agar bisa tahu jenis yang berbahaya dan yang tidaknya? jika iya, kebetulan sekali anda datang ke situs ini, karena disini semuanya ada. Mulai dari penjelasan mengenai berbagai penyakit kesehatan sampai obat herbal yang direkomendasikan untuk berbagai penyakit kronis dan non kronis tanpa efek samping.

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas informasi mengenai Jenis-Jenis Penyakit Eksim. Ingin tahu apa saja jenis-jenis dari penyakit ini? kalau begitu mari simak penjelasannya berikut ini.

Apa Itu Eksim

Eksim adalah merupakan kondisi peradangan kulit yang membuat kulit menjadi gatal, merah, terasa kering, kasar, bahkan sampai pecah-pecah. Di Indonesia sendiri tampaknya lebih akrab dengan istilah eksim kering dan eksim basah. Eksim terjadi karena peradangan pada lapisan pada kulit, baik itu di lapisan epidermis maupun dermis. Penyebab penyakit eksim di kulit salah satunya karena alergi.

Jenis-Jenis Penyakit Eksim Jenis-Jenis Penyakit Eksim

Eksim terbagi menjadi beberapa jenis berdasarkan gejalanya. Peradangan pada kulit akibat eksim bisa diakibatkan oleh faktor genetik maupun pengaruh lingkungan, seperti bahkan kimia dan perubahan suhu eksim. Dan berikut adalah Jenis-Jenis Penyakit Eksim, antara lain:

1. Eksim Statis

Eksim statis adalah eksim yang terjadi pada saat cairan bocor keluar dari pembuluh darah vena dan masuk kedalam kulit. Hal ini biasanya diakibatkan oleh pelebaran pembuluh darah atau disebut juga varises. Cairan yang bocor tersebut bisa menyebabkan pembengkakan, kemerahan, gatal, dan juga nyeri pada kulit. Inilah yang mungkin disebut dengan eksim basah oleh kebanyakan orang di Indonesia.

2. Eksim Nemmular

Jenis-Jenis Penyakit Eksim selanjutnya adalah eksim jenis nemmular biasanya menimbulkan lepuhan bentuk bulan di tubuh. Dalam bahasa latin, nemmular juga punya arti sebagai koin. Eksim nemmular dapat di picu oleh reaksi terhadap gigitan serangga atau oleh reaksi terhadap logam dan bahan kimia. Kulit kering juga bisa menyebabkan eksim ini terjadi.

3. Dermatitis Atopik

Dermatitis atopik adalah jenis eksim yang paling umum. Kondisi eksim ini biasanya terjadi pada masa anak-anak dan sering kali akan membaik seiring bertumbuhnya anak tersebut. Dermatitis atopik menyebabkan kulit gatal, kering, dan pecah-pecah. Peradangan kulit tersebut biasanya akan muncul pada tangan, kaki, pergelangan kaki, dan tangan, leher, dada bagian atas, lipatan mata, bagian dalam sikut dan lutut.

Ketika di garuk, kulit menjadi lecet dan membengkak. Itu mungkin sering di anggap sebagai eksim kering oleh kebanyakan orang yang ada di Indonesia

4. Dermatitis Kontak Iritan

Dermatitis kontak iritan terjadi saat kulit mengalami kontak dengan bahan iritan, seperti kandungan asam, cairan pemutih, cairan pembersih, kerosene, dan deterjen. Eksim jenis ini sering kali menyerang para pekerja industri, terutama mereka yang bekerja di industri pertambangan, sumber daya alam, manufaktur, dan pelayanan medis.

Gejala yang ditimbulkan oleh eksim jenis ini adalah kulit merasa perih, panas, dan gatal. Dermatitis kontak iritan tampak seperti kulit kering atau kulit yang retak, mengapa begitu karena banyak orang yang sering menyebut penyakit eksim jenis ini sebagai eksim kering.

5. Dermatitis Kontak Alergi

Dermatitis kontak alergi yang terjadi saat kulit mengalami reaksi alergi setelah kontak dengan zat asing sehingga menyebabkan gatal dan iritasi. Penyebab dari dermatitis kontak alergi meliputi emas/nikel atau bahan metal lainnya, zat pewangi, sarung tangan lateks, bahan kosmetik, sampai tumbuhan poison oak atau poison ivy.

Pada dermatitis kontak alergi, ruam kulit dapat muncul pada area yang tersentuh zat. Gejala eksim jenis ini adalah kulit kering, memerah, melepuh, hingga pembengkakan pada mata, muka, atau selangkangan. Dan kemungkinan besar, eksim ini yang juga dapat disebut dengan eksim kering.

6. Eksim Dyshidriotic

Jenis-Jenis Penyakit Eksim selanjutnya adalah eksim dyshidriotic. Eksim dyshidriotic atau dishidrosis adalah kondisi peradangan kulit yang ditandai dengan kemunculan bintik-bintik kecil yang berisi cairan dan terasa gatal pada permukaan kulit telapak tangan dan telapak kaki serta disela-sela jari.

Lepuhan tersebut dapat terus muncul dan berlangsung sekitar 3 minggu. Bintik-bintik berisi cairan tersebut sering dikira sebagai eksim basah. Saat lepuhan mengering, kulit akan menjadi pecah-pecah yang terasa sakit. Jika anda menggaruk area tersebut anda juga akan merasa kulit terasa lebih tebal dan kenyal. Ini adalah yang disebut eksim kering.

7. Neurodermatitis

Neurodermatitis mirip dengan eksim dermatitis atopik. Kondisi ini menyebabkan adanya bercak tebal dan bersisik yang muncul pada kulit. Eksim ini biasanya sering kali dialami pada orang yang memiliki jenis eksim atau psoriasis lainnya. Dan masih belum diketahui apa yang menyebabkan neurodermatitis, meskipun beberapa dokter menduga stres bisa menjadi salah satu pemicunya.

Nah itulah penjelasan kali ini mengenai Jenis-Jenis Penyakit Eksim Yang Paling Umum. Semoga bisa bermanfaat bagi anda semua dan memberikan wawasan yang lebih luas lagi. Terimakasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *