Perbedaan Hipoksia Dan Hipoksemia Juga Cara Pencegahannya

30 Aug

Perbedaan Hipoksia Dan Hipoksemia Juga Cara Pencegahannya

Perbedaan Hipoksia Dan Hipoksemia,- Dari sekian banyak orang pasti ada yang tidak tahu perbedaan Hipoksia dan Hipoksemia?. Kenapa sayang bilang begitu?, karena sebelumnya saya sudah membahas tentang Gejala Dan Penyebab Terjadinya Penyakit Hipoksia.

Dan Kali ini saya akan membahas informasi tentang Perbedaan Hipoksia dan Hipoksemia. Jika anda penasaran mari simak penjelasan berikut ini!!.

Perbedaan Hipoksia Dan Hipoksemia

Hipoksia dan Hipoksemia merupakan keadaan dimana tubuh anda tidak memiliki cukup oksigen. Keduanya adalah kondisi yang sangat berbahaya, karena tanpa adanya oksigen, otak, hati, dan organ lainnya akan rusak bahkan beberapa menit setelah gejala muncul.

Hipoksia dan Hipoksemia sering di salah pahami sebagai satu istilah dengan nama asma, karena sama-sama menimbulkan kekurangan oksigen dalam tubuh. Tapi, Hipoksemia dan Hipoksia adalah dua kondisi yang sama sekali berbeda.

Hipoksemia merupakan rendahnya kadar oksigen dalam darah, khususnya di arteri. Hipoksemia merupakan sebuah tanda masalah dalam sirkulasi atau pernapasan yang dapat menyebabkan sesak napas.

Sedangkan Hipoksia merupakan rendahnya kadar oksigen dalam jaringan tubuh yang diakibatkan dari rendahnya kadar oksigen di udara. Hipoksia dapat memiliki buruk pada jaringan tubuh, karena dengan kurangnya kadar oksigen dalam jaringan akan mengganggu proses biologis penting dalam jaringan tubuh.

Cara Membedakan Hipoksia dan Hipoksemia

Hipoksemia ditentukan dengan mengukur kadar oksigen dalam sampel darah yang diambil dari arteri atau dengan mengukur saturasi oksigen darah anda menggunakan oksimeter pulsa. Oksigen arteri normal adalah 75 sampai 100 milimeter merkuri (mm hg).

Perbedaan Hipoksia dan HIpoksemia

Sedangkan Hipoksia merupakan kondisi lanjutan dari hipoksemia, sehingga jika kadar oksigen dalam darah rendah maka meningkatkan resiko terjadinya hipoksia. Hipoksia terjadi sebagai akibat dari hipoksemia, sehingga akhirnya kedua hal tersebut merupakan sebuah kejadian yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain.

Penyebab Hipoksia

Penyebab utama dari Hipoksia adalah hipoksemia. Tapi, hipoksia juga dapat disebabkan oleh beberapa kondisi yang bisa membuat seseorang berada pada kadar oksigen rendah, diantaranya adalah saat berada di ketinggian, saat naik gunung, berada di ruangan tertutup dan tanpa sirkulasi udara yang baik, keracunan gas atau zat kimia, penyakit tertentu seperti sleep apnea, anemia, asma, penyakit paru interstisial, emfisema, dll.

Gejala Hipoksia

Gejala hipoksia seringkali muncul dengan mendadak dan cepat memburuk, atau bersifat kronis. Berikut adalah beberapa gejala paling umum dari hipoksia, diantaranya :

  • Batuk
  • Halusinasi
  • Sesak napas
  • Kelelahan
  • Detak jantung cepat
  • Napas berbunyi atau mengi
  • Kulit berubah warna, menjadi biru atau merah keunguan

Seringkali dengan ketidaktahuan membuat seseorang yang mengalami hipoksia diberikan bantuan oksigen secara berlebih. Padahal, oksigen berlebih justru malah dapat meracuni jaringan tubuh. Kondisi tersebut disebut dengan hiperoksia yang dapat menyebabkan katarak, kejang, vertigo, dan pneumonia.

Cara Pencegahan Hipoksia dan Hipoksemia

Pencegahan Hipoksia dan Hipoksemia bisa dilakukan dengan menghindari penyebab atau kondisi yang dapat menurunkan kadar oksigen dalam tubuh. Jika hipoksia disebabkan oleh asma, maka untuk menghindari keadaan yang lebih buruk. Dan untuk mengatasi sesak napas kronik, cobalah untuk berhenti merokok, hindari asap pasif, terutama dari asap rokok, dan lakukan olahraga secara teratur.

Nah, itulah penjelasan saya mengenai Perbedaan Hipoksia Dan Hipoksemia Juga Cara Pencegahannya. Semoga informasi ini bisa bermanfaat bagi anda semua dan bisa memberikan wawasan yang lebih luas lagi. Terimakasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *